Kamis, 24 Maret 2011

TRADISI PERKAWINAN CINA

Wednesday, November 23, 2011

Tahu kah teman - teman seringkali kita dibingungkan dengan tata cara dalam perkawinan Cina dan kebanyakan calon pengantin yang sudah memakai WO, kadang WO itu sendiri kurang mengerti alasannya kenapa & karena saya juga bagian dari WO yang saya geluti maka saya mencari tahu dan di sini saya akan sharing sedikit ya...

Setiap calon pengantin yang menggunakan jasa WO kami, selalu saya tanyakan di awal mau pakai adat mana?Chinnese or Western?

Karena untuk 2 hal ini cukup bertolak belakang dan akan saya bahas satu per satu di sini...


Dalam perkawinan Cina, ada beberapa ritual acara yang dilakukan. Dari mulai lamaran sampai resepsi. Proses perkawinan Cina sendiri selama ini dilakukan menurut tradisi turun-temurun. Dimulai dari acara sanjit yang dilakukan beberapa hari sebelum resepsi. Sanjit merupakan seserahan dari pihak laki-laki pada pihak perempuan yang antara lain berisi koin emas, jamur, telur dan makanan khas Cina. Menurut tradisi Cina, setiap barang yang dibawa untuk sanjit mempunyai arti tersendiri.

Setelah upacara sanjit, dilakukan penataan kamar pengantin oleh orang tua. Ada kepercayaan beberapa orang untuk meminta anak kecil meloncat-loncat di atas tempat tidur pengantin. Hal ini menurut kepercayaan mereka mempunyai arti agar sang pengantin cepat mendapatkan keturunan. Meski tidak semua keluarga Cina menjalankan tradisi ini tetapi masih cukup banyak juga yang melakukannya. 

Kemudian pada hari pelaksanaannya, biasanya diadakan acara pengantin memasangkan jas kepada pengantin pria dilengkapi dengan sarung tangan.
Lalu ditambah juga dengan bunga tangan yang akan diberikan kepada pengantin wanita. Sedangkan di pihak pengantin wanita juga diadakan acara pelepasan. Acara pelepasan ini disambung dengan acara temon, yaitu acara penjemputan ke tempat mempelai wanita. Bagi keluarga yang masih mengikuti tradisi Cina dan punya kepercayaan sendiri, saat untuk temonbiasanya diatur lebih dulu untuk mencari jam yang baik untuk penjemputan dan kapan waktu yang baik saat pengantin keluar rumah.

Tradisi lainnya saat temon, orang tua dan pengantin wanita tidak boleh langsung bertemu dengan pengantin pria. Biasanya yang menerima pada saat pengantin datang adalah wali yang ditunjuk oleh orang tua pengantin wanita. Tapi ada juga yang langsung diterima oleh orang tua. Sedangkan pada saat pengantin turun dan mobil sebaiknya dibukakan pintu oleh best manpengantin pria atau adik laki-laki pengantin wanita, jika mengikuti tradisi tersebut,  adik laki-laki pengantin wanita akan memberikan jeruk pada pengantin pria. Sebaliknya pengantin pria memberikan angpau untuk adik laki-laki pengantin wanita. Hal tersebut mempunyai arti ucapan terima kasih.
Pengantin pria dengan pengantin wanita pun tak boleh bertemu di ruang tamu, namun langsung ke kamar pengantin. Setelah pemberian hormat kepada orang tua, pengantin pria langsung dibawa ke kamar. Dilanjutkan dengan pemberian bunga untuk pengantin wanita dan sebaliknya pengantin pria dipasangkan corsage oleh pengantin wanita. Di saat yang sama diadakan acara makan onde. Acara ini juga tergantung pada keluarga mempelai kedua belah pihak. Ada yang masih mengikuti tradisi tersebut, ada juga yang tidak.

Sesuai tradisi Cina, beberapa hari sebelum resepsi biasanya diadakan acara tea pai di rumah keluarga pengantin pria dan di rumah keluarga pengantin wanita.Tea pai merupakan acara minum teh yang dilakukan untuk memperkenalkan keluarga masing-masing dan menghormati orang yang dituakan. Saat ini tea paidilakukan sore hari sebelum resepsi perkawinan. Biasanya pengantin langsung memakai baju pengantin internasional. Tapi jika diadakan beberapa hari sebelum resepsi, pengantin bisa memakai baju cheongsam khas Cina. Tradisi Cina lainnya, ada yang menambahkan angco dan gula batu pada teh yang akan diberikan pada pihak keluarga. Bersamaan dengan pemberian teh dan pengantin, pihak keluarga memberikan angpau pada pengantin. Untuk perkawinan Cina yang lebih modern, acara tea pai dilakukan pada hari yang sama dengan resepsi dan tidak lagi dilakukan temon. Pengantin langsung bertemu di gereja saat pemberkatan. Keseluruhan prosesi perkawinan Cina saat ini sudah lebih singkat dan dibuat lebih modern. Upacara sanjit misalnya, tak selalu dilakukan, begitupun ritual perkawinan bisa dipersingkat menjadi hanya sehari saja.

Sumber : Majalah Dewi

1. POSISI PENGANTIN di GEREJA dan RESEPSI
Jika teman - teman adalah Katholik, maka di awal pada saat prosesi masuk calon Pengantin Wanita berada di kanan calon Pengantin Pria, bagaimana dengan keluarga lainnya?Jika yang sudah menikah maka posisi istri berada di kiri suaminya.

Pada saat setelah penandatanganan Akta Nikah maka posisi Pengantin Wanita berada di sisi kiri Pengantin Pria sampai seterusnya di acara resepsi.

Jika teman - teman menggunakan tata cara Kristen biasanya tidak ada perubahan pada posisi berdiri.

Sebenarnya yang benar yang mana sie istri di sebelah kiri atau sebelah kanan ya?
Lalu saya mulai mencari tahu dan dari hasil pencaritahuan saya ini adalah jika teman - teman menganut adat Chinnese maka posisi istri berada di sisi kanan (nan zuo ni you = pria kiri, wanita kanan) dan sebaliknya apabila teman - teman menganut adat Western maka posisi istri berada di sisi kiri suami ditegaskan melalui foto Pernikahan Pangeran Charles atau Pangeran William di hari pernikahan mereka.


Jadi memang tidak ada yang salah mau posisi di kiri atau di kanan. Tergantung adat mana yang digunakan. :)


2. ADAT ISTIADAT MAKAN ONDE
Pasangan Chinesse di hari H mereka memiliki kebiasaan makan onde yang merupakan sebuah tradisi, sebenarnya tidak hanya onde tapi soun dan telur (telur ayam biasanya digantikan dengan telur puyuh).
Siapa sie yang menyediakan makanan ini?
Nah inilah jawabannya : Soun dan telur disediakan dari pihak calon Pengantin Pria; Onde disiapkan oleh keluarga pihak calon Pengantin Wanita.



3. TEA PAI CEREMONY
Kelihatannya simple minum teh namun ternyata ada prosesi dan tata caranya loch...
Dimulai dari keluarga Pria diurutkan dari yang tertua sampai yang termuda (keluarga inti).
Pada saat prosesi memberikan minum teh pada keluarga Mempelai Pria maka yang menyuguhkan teh adalah Pengantin Wanita nya lalu dibantu dengan Bridesmaid pada saat prosesi.
Dilanjutkan dengan Keluarga Mempelai Wanita diurutkan dari yang tertua sampai yang termuda (keluarga inti).
Pada prosesi ini Mempelai Pria yang menyuguhkan teh ke Keluarga. :)
Jika keluarga memberikan angpao maka angpao dapat dimasukkan dalam wadah kotak terlebih dahulu setelah selesai angpao tersebut dibantu oleh orangtua dimasukkan dalam kantong Pengantin Pria dan ditepuk - tepuk yang memiliki arti agar kantong yang ditepuk - tepuk tersebut terus bergaung dan melipat gandakan isinya. :)
Apabila benda yang diberikan maka, benda tersebut dapat langsung dipasangkan ke Pengantin.

4. Nge"LANGKAHI" KAKAK
Hal ini juga ada prosesinya...
Untuk Calon Pengantin Wanita berjalan di bawah gaun yang akan dipakainya...
Menyiapkan gunting kecil yang baru, lilin 2pcs, hadiah sebagai pelangkahnya.
Dua lilin & gunting kecil diikatkan dengan Pita Merah ditaruh di atas nampan.
Pada saat prosesi Kedua Calon Pengantin mau keluar dari rumah sang Wanita di pintu sudah diikatkan pita merah, kakak berada di luar kamar/rumah. 
Kedua Calon Pengantin bersalaman dengan kakak kemudian memberikan gunting dan lilin lalu kakak mengambil gunting tersebut untuk menggunting pita merah di pintu lalu berdua memberikan hadiah. Kemudian Calon Pengantin keluar dari rumah dan kakak masuk ke dalam.

Sekian dulu tips tips untuk beberapa prosesi ya...saya lanjutkan nanti... ^^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar